Cegah Konflik Sejak Dini, Lapas Perempuan Ambon Perkuat Deteksi Kamtibmas
Ambon – Potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan menjadi perhatian serius jajaran Kanwil Ditjenpas Maluku. Melalui kegiatan penguatan tugas dan fungsi yang digelar di Aula LPKA Ambon, seluruh Kepala UPT se-Maluku didorong untuk meningkatkan kewaspadaan melalui sistem deteksi dini yang terukur dan berkelanjutan, Rabu (9/04)
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku ini menegaskan bahwa tantangan pemasyarakatan saat ini tidak hanya pada pembinaan, tetapi juga pada kemampuan menjaga stabilitas keamanan secara profesional dan responsif.
Dalam arahannya, Kakanwil Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro menekankan bahwa deteksi dini merupakan kunci utama dalam mencegah gangguan kamtibmas berkembang menjadi konflik terbuka.
“Penguatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah nyata untuk memastikan seluruh jajaran mampu mendeteksi potensi gangguan sejak dini sebelum berkembang menjadi konflik,” tegasnya.
Penguatan tersebut diperdalam melalui paparan dari Direktorat Intelijen Keamanan Polda Maluku yang mengangkat pentingnya deteksi dini dan pemetaan potensi konflik di dalam lapas dan rutan. Disampaikan bahwa deteksi dini dilakukan melalui pengamatan, analisis perilaku, serta pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan.
Metode yang digunakan meliputi optimalisasi intelijen pemasyarakatan, patroli rutin dan kontrol blok, pelaksanaan sidak insidentil, serta analisis data warga binaan melalui Sistem Database Pemasyarakatan (SDP). Pendekatan ini dinilai efektif dalam mengidentifikasi gejala awal yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Selain itu, pemetaan konflik juga menjadi langkah strategis dengan mengidentifikasi area rawan, kelompok warga binaan berisiko, hingga aktor yang berpotensi menjadi pemicu konflik. Dengan pemetaan yang tepat, langkah pencegahan dapat dilakukan secara cepat dan terarah.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Lapas Perempuan Ambon menyatakan kesiapan jajarannya dalam mengimplementasikan hasil penguatan ini di lapangan.
“Kami siap mengoptimalkan deteksi dini melalui pengawasan melekat, pemetaan potensi konflik, serta penguatan integritas petugas sebagai langkah nyata menjaga stabilitas keamanan di dalam lapas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendekatan humanis tetap menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan konflik, tanpa mengesampingkan ketegasan dalam penegakan aturan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pengamanan berbasis intelijen di seluruh UPT Pemasyarakatan di Maluku, sehingga potensi gangguan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.