Ciptakan Lapas Aman dan Terkontrol, Lapas Perempuan Ambon Integrasikan CCTV dengan Detektor Gerak
Ambon – Sebagai upaya memperkuat sistem keamanan dan pengawasan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon terus berinovasi dengan mengintegrasikan teknologi CCTV dan detektor gerak di sejumlah titik strategis. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan lingkungan lapas yang aman, tertib, dan terkendali. Pemasangan detektor gerak difokuskan pada titik-titik strategis di area brandgang guna memaksimalkan deteksi dini terhadap setiap pergerakan yang mencurigakan, Rabu (06/5)
Selain itu, kamera CCTV juga dipasang di area brandgang belakang lapas untuk memperluas jangkauan pengawasan. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan aktualisasi dari Program CPNS Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Ambon, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pengamanan berbasis inovasi dan teknologi di lingkungan lapas.
Dalam pelaksanaannya, Kepala Sub Seksi Keamanan dan Ketertiban, Suryana, turut melakukan pengawasan langsung guna memastikan pemasangan berjalan sesuai standar serta tepat sasaran. Selain itu, dilakukan juga sosialisasi kepada petugas jaga terkait penggunaan dan pemanfaatan CCTV serta detektor gerak agar dapat dioperasikan secara optimal.
Suryana menyampaikan bahwa penerapan teknologi ini sangat membantu dalam meningkatkan efektivitas pengawasan di lingkungan lapas.
“Dengan adanya CCTV dan detektor gerak, kami dapat memantau setiap aktivitas secara lebih maksimal serta mempercepat respon terhadap potensi gangguan keamanan,” ujarnya.
Salah satu CPNS Lapas Perempuan Ambon, Lulu Mardiya Banjar, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran sekaligus kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan keamanan.
“Melalui aktualisasi ini, kami ingin menghadirkan inovasi yang dapat membantu petugas dalam melakukan pengawasan secara lebih efektif dan efisien,” ujarnya.
Senada dengan itu, CPNS lainnya, Joaney De Silo, menambahkan bahwa integrasi teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan serta mempercepat respon terhadap potensi gangguan.
“Dengan adanya CCTV dan detektor gerak, pengawasan menjadi lebih optimal dan terukur,” ungkapnya.
Dengan penerapan teknologi ini, setiap aktivitas di lingkungan lapas dapat terpantau secara real time, sekaligus memberikan peringatan otomatis apabila terdeteksi adanya pergerakan yang tidak wajar. Hal ini diharapkan mampu meminimalisir potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta van Harling, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi penguatan pengamanan berbasis teknologi.
“Integrasi CCTV dan detektor gerak ini menjadi upaya preventif untuk meningkatkan kewaspadaan serta menciptakan situasi lapas yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Melalui inovasi ini, Lapas Perempuan Ambon terus berkomitmen menghadirkan sistem pengamanan yang lebih modern, efektif, dan responsif, guna mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan terkendali.