Loading...

Detail Berita

Penuh Keakraban, Kalapas Perempuan Ambon Bangun Kebersamaan Bersama Warga Binaan

Admin 14 May 2026
Main Image

Ambon – Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Ambon saat hari libur, Kamis (14/5). Di tengah waktu libur yang biasanya dihabiskan bersama keluarga, Kepala Lapas Perempuan Ambon, memilih hadir langsung di dalam lapas untuk menghabiskan waktu bersama warga binaan.

Kegiatan berlangsung santai tanpa agenda formal. Tidak ada podium maupun jarak antara pimpinan dan warga binaan. Suasana penuh kebersamaan tercipta melalui berbagai games dan interaksi hangat yang membuat para warga binaan tampak menikmati momen tersebut.
Tawa dan canda terdengar di berbagai sudut ruangan. Kehadiran Kepala Lapas di tengah warga binaan menghadirkan suasana kekeluargaan yang jarang dirasakan dalam keseharian di balik tembok pemasyarakatan.
Namun suasana perlahan berubah menjadi penuh haru saat kegiatan dilanjutkan dengan sesi perenungan bersama.

Warga binaan duduk melingkar sambil saling berpegangan tangan dalam suasana yang tenang dan penuh makna. Dalam arahannya, Kepala Lapas, Hesta Van Harling menyampaikan pesan tentang harapan hidup, pengampunan, dan kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

“Kesalahan masa lalu bukan akhir dari hidup. Tuhan masih memberi kesempatan untuk berubah dan menjadi manusia yang lebih baik,” ujar Hesta Van Harling.

Hesta mengatakan bahwa kegiatan sederhana seperti ini merupakan bagian dari pendekatan pembinaan yang humanis, agar warga binaan merasa dihargai dan tetap memiliki semangat untuk memperbaiki diri.

“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai petugas, tetapi juga sebagai keluarga yang mau mendengar, menguatkan, dan mendampingi mereka selama menjalani masa pembinaan. Karena setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk menjadi lebih baik,” ungkap Hesta.

Pesan tersebut menyentuh hati para warga binaan. Beberapa tampak menundukkan kepala, mengusap air mata, bahkan menangis saat sesi perenungan berlangsung. Salah satu warga binaan berinisial M mengaku terharu dengan perhatian dan kebersamaan yang diberikan oleh Kepala Lapas.

“Beta seng menyangka bisa merasakan suasana sehangat ini di dalam lapas. Saat ibu Kalapas datang, bermain, lalu duduk mendengar cerita kami, rasanya seperti ada keluarga yang peduli. Kegiatan ini membuat beta lebih kuat dan percaya kalau hidup masih bisa diperbaiki,” ungkap M dengan mata berkaca-kaca.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendekatan humanis dalam pemasyarakatan memiliki peran penting dalam proses pembinaan. Kehadiran pimpinan tidak hanya sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga memberikan perhatian, dukungan moral, dan semangat baru bagi warga binaan. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, Lapas Perempuan Ambon menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, dengan menanamkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan harapan bagi setiap warga binaan.


Diskusi (0)