Tingkatkan Keimanan Warga Binaan, Lapas Perempuan Ambon Raih Sertifikat Khatam dari Kemenag Kota Ambon
Ambon – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon menerima sertifikat khatam Al-Qur’an dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sirimau Kota Ambon sebagai bentuk apresiasi atas pelaksanaan pembinaan keagamaan bagi warga binaan. Sertifikat tersebut diberikan kepada 20 warga binaan yang telah menyelesaikan program khatam Al-Qur’an dan diterima secara simbolis oleh Kepala Sub Seksi Pembinaan Lapas Perempuan Ambon, Rabu (20/5)
Pemberian sertifikat tersebut menjadi bukti nyata komitmen Lapas Perempuan Ambon dalam meningkatkan pembinaan spiritual dan keimanan warga binaan melalui kegiatan pembelajaran Al-Qur’an yang rutin dilaksanakan di dalam lapas. Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti oleh petugas serta warga binaan yang selama ini aktif mengikuti program pembinaan keagamaan.
Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling, menyampaikan apresiasi kepada KUA Kecamatan Sirimau Kota Ambon atas dukungan dan sinergi yang terus terjalin dalam pelaksanaan pembinaan kerohanian di lingkungan lapas.
“Pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses pembentukan mental dan karakter warga binaan. Kami berharap melalui kegiatan ini, warga binaan dapat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan serta memiliki bekal moral yang baik ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Penyuluh Agama KUA Sirimau Kota Ambon, Muh Yusuf Hatala, mengatakan bahwa program khatam Al-Qur’an tersebut menjadi langkah positif dalam membangun mental dan spiritual warga binaan.
“Program khatam Al-Qur’an ini menjadi langkah positif dalam membangun mental dan spiritual warga binaan. Kami berharap pembinaan keagamaan yang dilaksanakan di Lapas Perempuan Ambon dapat terus berjalan secara konsisten sehingga mampu memberikan perubahan yang baik bagi para warga binaan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan agama, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.