Wujudkan Pembinaan yang Berdampak, Program Tata Boga Jadi Bekal Warga Binaan Lapas Perempuan Ambon
Ambon – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang berdampak melalui kegiatan pembinaan kemandirian di bidang tata boga. Bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) Lapas Perempuan Ambon, kegiatan yang diikuti oleh warga binaan ini bertujuan membekali keterampilan mengolah makanan dan minuman sebagai bekal untuk hidup mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat, Kamis (16/7)
Pada kegiatan kali ini, warga binaan mempraktikkan pembuatan Es Pisang dengan didampingi Staf Pembinaan. Selama proses pembelajaran, peserta mendapatkan pendampingan mulai dari persiapan bahan, teknik pengolahan, hingga penyajian. Selain membuat Es Pisang, pembinaan tata boga di BLK juga rutin menghadirkan praktik pembuatan aneka kue, gorengan, serta berbagai olahan minuman sebagai bagian dari pengembangan keterampilan warga binaan.
Staf Pembinaan, Claudia Salhuteru, menyampaikan bahwa program tata boga merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
"Program tata boga merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang kami laksanakan secara berkelanjutan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka tidak hanya mampu mengembangkan kemampuan di bidang kuliner, tetapi juga memiliki rasa percaya diri dan semangat untuk memanfaatkan keterampilan tersebut sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat," ujarnya.
Salah seorang warga binaan berinisial D mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.
"Saya merasa senang dapat mengikuti kegiatan tata boga ini. Selain belajar membuat Es Pisang, kami juga diajarkan membuat aneka kue, gorengan, dan berbagai olahan minuman. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru sekaligus menambah keterampilan yang saya harapkan dapat menjadi bekal untuk membuka usaha dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat," ungkap D.
Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat.
"Pembinaan kemandirian merupakan salah satu fokus utama dalam pelaksanaan fungsi pemasyarakatan. Melalui program tata boga, kami berupaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi modal berharga saat mereka kembali ke masyarakat. Kami berharap setiap program pembinaan yang dilaksanakan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun karakter, rasa percaya diri, serta semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan produktif," ujar Hesta.
Melalui program pembinaan tata boga yang dilaksanakan secara berkesinambungan, Lapas Perempuan Kelas III Ambon terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan berorientasi pada pemberdayaan warga binaan. Diharapkan, keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.