Optimalkan Pelayanan Kesehatan Warga Binaan, Klinik Pratama Lapas Perempuan Ambon Jalani Survei Akreditasi
Ambon – Klinik Pratama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon menjalani Survei Akreditasi oleh Tim Surveior dari Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Primer (LAFKESPRI), Sabtu (17/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta memastikan penerapan standar pelayanan yang optimal bagi warga binaan.
Kegiatan survei meliputi tinjauan langsung atau telusur lapangan untuk menilai kesesuaian antara dokumen akreditasi dan pelaksanaan pelayanan kesehatan di Klinik Pratama Lapas Perempuan Ambon. Tim Surveior LAFKESPRI meninjau kondisi sarana dan prasarana klinik, ruang pelayanan, ruang pemeriksaan, ruang tindakan, ruang farmasi atau penyimpanan obat, area pendaftaran dan rekam medis, fasilitas kebersihan tangan, serta fasilitas pendukung pelayanan kesehatan lainnya.
Pelaksanaan survei ini turut mendapat dukungan dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku, Ricky Dwi Biantoro, Dukungan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.
Selain melakukan peninjauan fasilitas, tim surveior mengobservasi pelaksanaan pelayanan kesehatan, termasuk penerapan identifikasi pasien, komunikasi efektif, keselamatan pasien, pengelolaan obat, pengelolaan rekam medis, pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), serta peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP). Proses survei juga mencakup verifikasi dokumen pendukung, seperti standar operasional prosedur (SOP/SPO), Surat Keputusan (SK), formulir pelayanan, rekam medis, hasil monitoring dan evaluasi, serta bukti pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan standar akreditasi klinik.
Dalam pelaksanaan telusur lapangan, petugas Klinik Pratama Lapas Perempuan Ambon memberikan penjelasan dan menunjukkan dokumen serta bukti pelaksanaan pelayanan sesuai dengan permintaan tim surveior. Wawancara dan tanya jawab juga dilakukan untuk mengetahui kesesuaian penerapan standar akreditasi dalam kegiatan pelayanan kesehatan sehari-hari. Tim Surveior LAFKESPRI turut memberikan masukan, arahan, dan catatan perbaikan terhadap sejumlah aspek pelayanan. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pihak klinik untuk mengidentifikasi aspek yang perlu ditingkatkan dan mendorong perbaikan mutu pelayanan secara berkelanjutan.
Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling, menyampaikan bahwa pelaksanaan survei akreditasi merupakan langkah penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi warga binaan.
“Pelaksanaan survei akreditasi ini merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi warga binaan. Kami berkomitmen untuk terus mendukung pemenuhan standar pelayanan kesehatan, baik dari segi sarana dan prasarana, administrasi, maupun pelaksanaan pelayanan, sehingga warga binaan dapat memperoleh layanan kesehatan yang layak, aman, dan berkualitas,” ujar Hesta.
Sementara itu, dr. Adriyati Arief selaku Surveyor TKPP menjelaskan bahwa survei akreditasi dilakukan untuk melihat kesesuaian antara dokumen yang dimiliki klinik dan implementasi pelayanan di lapangan.
“Survei akreditasi ini dilakukan untuk melihat kesesuaian antara dokumen yang dimiliki klinik dengan implementasi pelayanan di lapangan. Kami juga melakukan observasi, verifikasi dokumen, serta wawancara dengan petugas untuk memastikan penerapan standar pelayanan, keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, serta peningkatan mutu pelayanan berjalan sebagaimana mestinya. Masukan yang diberikan diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi klinik untuk terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan,” jelas dr. Adriyati Arief.
Dukungan pimpinan dan seluruh jajaran Lapas Perempuan Ambon menjadi bagian penting dalam pelaksanaan survei akreditasi ini. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memenuhi hak warga binaan untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak selama menjalani masa pembinaan. Melalui pelaksanaan survei akreditasi ini, Lapas Perempuan Ambon berharap Klinik Pratama dapat terus memperkuat tata kelola pelayanan, meningkatkan kepatuhan terhadap standar yang berlaku, serta memberikan pelayanan kesehatan yang aman, profesional, dan berkualitas bagi warga binaan.