Sidang TPP Lapas Perempuan Ambon, Jadi Instrumen Penguatan Integritas dan Reintegrasi Sosial
Admin
03 March 2026
Ambon – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon kembali melaksanakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) sebagai bagian dari mekanisme evaluasi pembinaan yang objektif, transparan, dan berorientasi pada reintegrasi sosial, Selasa (03/3)
Sidang yang dipimpin oleh Ketua TPP dan diikuti seluruh anggota TPP tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari usulan Remisi Khusus Hari Raya hingga program pembinaan lanjutan bagi Warga Binaan
Dalam sidang tersebut, TPP mengkaji usulan Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri bagi 14 orang Warga Binaan serta Remisi Khusus Hari Raya Nyepi bagi 1 orang WBP. Selain itu, turut dibahas usulan integrasi bagi 6 orang Warga Binaan, penempatan tamping sebanyak 3 orang, serta program kelompok tani bagi 10 orang Warga Binaan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.
Ketua Sidang TPP, Wa Otje menegaskan bahwa setiap usulan tidak hanya dilihat dari kelengkapan administratif, tetapi juga melalui evaluasi menyeluruh terhadap perilaku, kedisiplinan, serta partisipasi aktif dalam program pembinaan.
“Sidang TPP adalah forum profesional yang memastikan setiap hak dan program pembinaan diberikan secara objektif dan terukur. Integritas menjadi landasan utama dalam setiap pengambilan keputusan," Ujar Wa Otje
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling menekankan bahwa Sidang TPP merupakan instrumen penting dalam menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban warga binaan.
“Pemberian hak seperti remisi maupun program integrasi bukanlah bentuk belas kasihan, melainkan apresiasi atas perubahan perilaku dan komitmen mengikuti pembinaan. Kita ingin memastikan bahwa setiap warga binaan yang mendapatkan kesempatan lanjutan benar-benar siap untuk kembali ke masyarakat," harap Hesta
Beliau juga menegaskan bahwa penguatan integritas dalam setiap proses TPP menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik terhadap sistem pemasyarakatan.
Melalui Sidang TPP ini, LPP Ambon terus meneguhkan komitmennya bahwa setiap keputusan diambil secara profesional, transparan, dan berorientasi pada perubahan yang nyata.
Karena di LPP Ambon, pembinaan bukan sekadar proses, tetapi perjalanan menuju reintegrasi yang bermartabat.
Sidang yang dipimpin oleh Ketua TPP dan diikuti seluruh anggota TPP tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari usulan Remisi Khusus Hari Raya hingga program pembinaan lanjutan bagi Warga Binaan
Dalam sidang tersebut, TPP mengkaji usulan Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri bagi 14 orang Warga Binaan serta Remisi Khusus Hari Raya Nyepi bagi 1 orang WBP. Selain itu, turut dibahas usulan integrasi bagi 6 orang Warga Binaan, penempatan tamping sebanyak 3 orang, serta program kelompok tani bagi 10 orang Warga Binaan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.
Ketua Sidang TPP, Wa Otje menegaskan bahwa setiap usulan tidak hanya dilihat dari kelengkapan administratif, tetapi juga melalui evaluasi menyeluruh terhadap perilaku, kedisiplinan, serta partisipasi aktif dalam program pembinaan.
“Sidang TPP adalah forum profesional yang memastikan setiap hak dan program pembinaan diberikan secara objektif dan terukur. Integritas menjadi landasan utama dalam setiap pengambilan keputusan," Ujar Wa Otje
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling menekankan bahwa Sidang TPP merupakan instrumen penting dalam menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban warga binaan.
“Pemberian hak seperti remisi maupun program integrasi bukanlah bentuk belas kasihan, melainkan apresiasi atas perubahan perilaku dan komitmen mengikuti pembinaan. Kita ingin memastikan bahwa setiap warga binaan yang mendapatkan kesempatan lanjutan benar-benar siap untuk kembali ke masyarakat," harap Hesta
Beliau juga menegaskan bahwa penguatan integritas dalam setiap proses TPP menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik terhadap sistem pemasyarakatan.
Melalui Sidang TPP ini, LPP Ambon terus meneguhkan komitmennya bahwa setiap keputusan diambil secara profesional, transparan, dan berorientasi pada perubahan yang nyata.
Karena di LPP Ambon, pembinaan bukan sekadar proses, tetapi perjalanan menuju reintegrasi yang bermartabat.