Tak Ada Sekat untuk Bersujud: Sholat Idul Fitri di Lapas Perempuan Ambon Penuh Haru dan Harapan
Ambon — Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon saat pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 H. Di balik tembok pembinaan, gema takbir berkumandang, menyatukan petugas dan warga binaan dalam satu saf, tanpa sekat, dalam semangat kemenangan dan penghambaan kepada Allah SWT, Sabtu Pagi (21/2).
Shalat Idul Fitri dilaksanakan di Masjid An-Nur Lapas Perempuan Kelas III Ambon dengan khotib dari Kementerian Agama Kota Ambon, Ustad Karim. Pelaksanaan ibadah ini diikuti oleh pegawai serta seluruh warga binaan yang beragama Islam dengan penuh kekhusyukan.
Pelaksanaan Sholat Ied berlangsung dengan lancar, diawali dengan takbir bersama, dilanjutkan dengan sholat berjamaah serta khutbah yang mengangkat tema tentang makna kemenangan sejati—yakni kemampuan menahan diri, memperbaiki hati, dan kembali kepada fitrah.
Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga bagian penting dari pembinaan spiritual bagi warga binaan.
"Di tempat ini, kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan tetap memiliki ruang untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Idul Fitri adalah momen untuk kembali—bukan hanya kepada fitrah, tetapi juga kepada harapan. Tidak ada sekat dalam ibadah, karena di hadapan Tuhan, kita semua sama.” ungkap Hesta
Lebih lanjut, Kalapas menegaskan bahwa pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan penuh khidmat.
“Sholat Idul Fitri di dalam lapas adalah simbol bahwa pembinaan tidak hanya menyentuh aspek hukum, tetapi juga hati dan spiritualitas. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan tetap merasakan kehangatan hari raya dan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri secara utuh.” tandas Ricky.
Momentum Idul Fitri di Lapas Perempuan Ambon tahun ini menjadi bukti bahwa di balik keterbatasan, nilai-nilai kebersamaan, keimanan, dan harapan tetap tumbuh dan hidup.