Tatap Muka dan Berdialog, Kalapas Perempuan Ambon Bangun Komunikasi Bersama Warga Binaan
Ambon – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Perempuan Ambon bersama pejabat struktural melaksanakan tatap muka dan dialog langsung dengan warga binaan di Ruang Layanan Kunjungan Lapas Perempuan Ambon, Jumat (2/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi sekaligus memberikan pemahaman kepada warga binaan mengenai hak dan kewajiban selama menjalani masa pembinaan.
Dalam pertemuan tersebut, Kalapas bersama jajaran duduk dan berinteraksi langsung dengan warga binaan dalam suasana yang terbuka dan penuh kebersamaan. Warga binaan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, aspirasi, maupun hal-hal yang masih membutuhkan penjelasan. Masing-masing subseksi turut memberikan informasi sesuai dengan tugas dan fungsinya. Subseksi Pembinaan menyampaikan penjelasan mengenai pelaksanaan program pembinaan serta hak dan kewajiban yang perlu dipahami dan dilaksanakan oleh setiap warga binaan.
Sementara itu, Subseksi Admisi dan Orientasi memberikan penjelasan terkait mekanisme pemenuhan hak warga binaan, khususnya mengenai remisi dan program integrasi. Penjelasan diberikan agar warga binaan memahami tahapan, persyaratan, serta ketentuan yang berlaku dalam pemenuhan hak tersebut.
Kalapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling, menegaskan pentingnya komunikasi langsung antara petugas dan warga binaan.
“Warga binaan perlu mengetahui apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Hak diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sementara kewajiban harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab selama menjalani masa pembinaan,” ujar Hesta.
Ia juga mengingatkan warga binaan untuk mengikuti seluruh program pembinaan dengan baik, menaati tata tertib, serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.
“Manfaatkan masa pembinaan ini dengan sebaik-baiknya. Ikuti setiap program yang diberikan dan jadikan proses ini sebagai kesempatan untuk mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat,” tambahnya.
Salah seorang warga binaan berinisial C menyambut baik kegiatan tatap muka tersebut. Ia menilai penjelasan yang disampaikan secara langsung membantu warga binaan memahami berbagai ketentuan yang berkaitan dengan hak mereka.
“Kami jadi lebih memahami hak dan kewajiban selama berada di Lapas, terutama terkait remisi dan integrasi. Penjelasan secara langsung seperti ini sangat membantu kami,” ujar C.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan adanya komunikasi dua arah antara jajaran Lapas dan warga binaan. Melalui kegiatan tersebut, Lapas Perempuan Ambon terus berkomitmen membangun komunikasi yang terbuka, memberikan informasi secara jelas, serta mendukung proses pembinaan yang humanis dan berkesinambungan. Diharapkan, pemahaman yang baik mengenai hak dan kewajiban dapat mendorong warga binaan untuk lebih aktif mengikuti program pembinaan dan mempersiapkan diri untuk kembali berintegrasi secara positif di tengah masyarakat.