Loading...

Detail Berita

Tingkatkan Kompetensi Warga Binaan, Lapas Perempuan Ambon Kolaborasi dengan BPVP dalam Pelatihan Menjahit

Admin 21 October 2026
Main Image

Ambon – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon terus berkomitmen meningkatkan kompetensi dan kemandirian warga binaan melalui program pembinaan berbasis keterampilan. Bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Ambon (BPVP) Ambon, Lapas Perempuan Ambon menyelenggarakan pelatihan Fashion dan Teknologi melalui program jahit-menjahit yang diikuti oleh 11 orang warga binaan selama empat hari, Rabu (21/10)

Kegiatan pelatihan dibuka secara langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Ambon, Program ini bertujuan membekali warga binaan dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang jahit-menjahit yang dapat dikembangkan sebagai bekal untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala BPVP Ambon yang diwakili oleh Kepala Subkoordinator Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, Ferdinandus Rianto Sampe, menyampaikan bahwa pelatihan vokasi menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk meningkatkan kompetensi dan memperoleh keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh, menyerap ilmu yang diberikan, serta mengembangkan keterampilan yang dimiliki. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu menciptakan peluang usaha maupun mempersiapkan diri memasuki dunia kerja setelah kembali ke masyarakat,” tutur Ferdinandus.

Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling, menyampaikan apresiasi atas dukungan BPVP Ambon dalam mendukung pembinaan kemandirian warga binaan.

“Kami berharap 11 warga binaan yang mengikuti pelatihan ini dapat memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya memperoleh ilmu dan keterampilan menjahit, mereka juga diharapkan mampu menunjukkan kompetensi melalui uji kompetensi yang dilaksanakan sesuai ketentuan, sehingga dapat memperoleh sertifikat sebagai bukti kompetensi yang dimiliki,” ujar Hesta.

Selama empat hari pelaksanaan, para peserta akan mendapatkan pembelajaran dan praktik di bidang jahit-menjahit. Program ini juga diarahkan untuk mempersiapkan peserta menghadapi uji kompetensi sebagai bagian dari evaluasi terhadap pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari. Sertifikat kompetensi atau pelatihan dapat menjadi nilai tambah bagi peserta dalam mengembangkan potensi diri dan mencari peluang kerja maupun usaha, sesuai jenis sertifikat yang diterbitkan dan hasil yang diperoleh.

Kolaborasi antara Lapas Perempuan Ambon dan BPVP Ambon merupakan bentuk sinergi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi. Melalui program ini, warga binaan tidak hanya memperoleh pengalaman belajar, tetapi juga didorong untuk membangun kepercayaan diri, kreativitas, kedisiplinan, dan kesiapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.


Diskusi (0)