Menjemput Hidayah dari Kamar Hunian: Cara Lapas Perempuan Ambon Sejukkan Hati Warga Binaan Muslim
Ambon – Lapas Perempuan Kelas III Ambon kembali melaksanakan pembinaan kerohanian bagi warga binaan muslim melalui kegiatan penyuluhan agama Islam yang berlangsung di Masjid An-Nur, Rabu (17/06). Kegiatan ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sirimau, M. Yusuf Hatala, S.HI, sebagai pemateri.
Kegiatan yang diikuti oleh warga binaan muslim tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan penyampaian materi keagamaan yang mengangkat pentingnya memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, serta menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam penyampaiannya, M. Yusuf Hatala mengajak warga binaan untuk tidak berputus asa terhadap masa lalu dan tetap optimis menatap masa depan. Ia menegaskan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berubah menjadi lebih baik melalui kesungguhan dalam bertaubat dan memperbaiki diri.
“Tempat ini bukan akhir dari segalanya. Justru di sinilah kesempatan untuk memulai lembaran baru. Ketika hati dekat dengan Allah SWT, maka harapan, ketenangan, dan kekuatan untuk berubah akan selalu ada. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari sebelumnya,” ujar Yusuf.
Antusiasme warga binaan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti materi dengan penuh perhatian dan aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan kehidupan serta nilai-nilai keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu warga binaan berinisial F mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan kerohanian yang rutin diberikan menjadi sumber kekuatan dan motivasi untuk terus memperbaiki diri.
“Saya merasa hati lebih tenang setelah mengikuti penyuluhan ini. Materi yang disampaikan memberikan semangat kepada saya untuk terus memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah keluarga dan masyarakat,” tutur F.
Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu program penting dalam mendukung proses pembinaan warga binaan secara menyeluruh. Menurutnya, penguatan spiritual dapat menjadi fondasi bagi perubahan perilaku dan pembentukan karakter yang lebih baik.
“Pembinaan keagamaan menjadi salah satu sarana untuk membangun kesadaran diri, memperkuat mental, dan menumbuhkan harapan bagi warga binaan agar siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bermanfaat,” ungkap Hesta.
Melalui kegiatan yang berlangsung di Masjid An-Nur tersebut, Lapas Perempuan Ambon terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang menyentuh aspek mental, moral, dan spiritual warga binaan. Diharapkan nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan dapat menjadi bekal berharga dalam menjalani kehidupan yang lebih baik, produktif, dan bertanggung jawab setelah kembali ke tengah masyarakat.