Loading...

Detail Berita

Bekali Keterampilan, Lapas Perempuan Ambon Bersama BPVP Buka Pelatihan Tailor Made Training bagi Warga Binaan

Admin 19 August 2026
Main Image

Ambon — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon bersinergi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon membuka Pelatihan Tailor Made Training bagi warga binaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pembinaan kemandirian melalui peningkatan keterampilan yang produktif, Rabu (19/8)

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Lapas Perempuan  Ambon, dan dihadiri oleh warga binaan peserta magang. Pelatihan tersebut mencakup dua bidang keterampilan, pembuatan roti manis. Pelatihan akan dilaksanakan selama empat hari dengan didampingi instruktur dari BPVP Ambon. Para peserta akan mendapatkan materi secara teori maupun praktik, sehingga dapat mengembangkan kemampuan dan memperoleh pengalaman langsung selama mengikuti pelatihan.

Dalam sambutannya, Kepala BPVP Ambon yang diwakili Kepala Subkoordinator Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, Ferdinandus Rianto Sampe, menyampaikan bahwa Tailor Made Training merupakan bentuk dukungan BPVP dalam meningkatkan kompetensi peserta melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang produktif di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Perempuan Ambon dalam memberikan pembinaan kemandirian kepada warga binaan.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam memberikan pembinaan kemandirian kepada warga binaan. Kami berharap selama empat hari pelatihan, para peserta dapat mengikuti seluruh proses dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan keterampilan menjahit maupun membuat roti manis. Keterampilan yang diperoleh nantinya diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk lebih mandiri dan produktif ketika kembali ke masyarakat,” ujar Hesta.

Salah satu warga binaan peserta pelatihan, E, mengaku senang dapat mengikuti program tersebut. Ia menilai pelatihan ini memberikan kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru yang dapat bermanfaat bagi dirinya di masa mendatang.

“Saya sangat senang bisa mengikuti pelatihan ini. Saya mendapat kesempatan belajar menjahit dan membuat roti. Semoga keterampilan yang saya dapatkan bisa menjadi bekal dan bisa saya manfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ujar E.

Pelaksanaan Tailor Made Training ini menjadi wujud sinergi antara Lapas Perempuan Ambon dan BPVP Ambon dalam mendukung peningkatan kualitas pembinaan warga binaan. Melalui pelatihan dan pendampingan instruktur selama empat hari, diharapkan warga binaan semakin terampil, produktif, dan mandiri serta memiliki kesiapan untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat.


Diskusi (0)