Peremajaan 300 Buku di Lapas Perempuan Ambon Perkuat Budaya Literasi dan Ruang Belajar Warga Binaan
Ambon - Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku. Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon, perpustakaan menjadi salah satu ruang bagi warga binaan untuk belajar, menambah wawasan, dan mengisi waktu dengan kegiatan yang positif. Upaya memperkuat fungsi tersebut dilakukan melalui peremajaan koleksi perpustakaan sebanyak 300 buku bacaan yang diserahkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon kepada Lapas Perempuan Ambon, Rabu (09/9)
Peremajaan koleksi dilakukan dengan menarik kembali buku-buku lama yang sebelumnya tersedia untuk kemudian diperbarui dengan koleksi bacaan yang lebih beragam dan relevan bagi warga binaan. Bagi LPP Ambon, langkah tersebut bukan sekadar mengganti buku lama dengan buku baru, tetapi merupakan bagian dari upaya menciptakan ruang belajar yang semakin nyaman, menarik, dan bermanfaat bagi warga binaan.
Kami ingin perpustakaan di dalam Lapas bukan hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi menjadi ruang bagi warga binaan untuk belajar, membuka wawasan, berefleksi dan menemukan kembali harapan,” ujar Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling
perpustakaan memiliki manfaat nyata bagi warga binaan bukan sekadar asumsi. Salah seorang warga binaan, inisial B mengungkapkan bahwa perpustakaan yang disediakan Lapas selama ini menjadi tempat yang mereka andalkan untuk belajar. Bahkan, kebiasaan tersebut turut mendukung kelompoknya hingga berhasil meraih juara pertama lomba cerdas cermat
Kami di kelompok meraih juara cerdas cermat karena selama ini kami selalu mengandalkan perpustakaan yang disediakan oleh Lapas untuk belajar,” ungkap B
Cerita tersebut menunjukkan bahwa keberadaan perpustakaan dapat memberikan dampak nyata dalam proses pembinaan. Buku-buku yang tersedia tidak hanya dibaca, tetapi menjadi sumber pengetahuan yang kemudian digunakan warga binaan untuk meningkatkan kemampuan dan mengikuti berbagai kegiatan secara lebih percaya diri.
LPP Ambon menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon yang telah memberikan dukungan melalui peremajaan koleksi perpustakaan tersebut. Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan pembinaan yang lebih berkualitas.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon. Peremajaan 300 buku ini memberikan energi baru bagi budaya literasi warga binaan dan memperkuat pembinaan kepribadian di LPP Ambon,” tutup Hesta.
Ia berharap keberadaan koleksi baru tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh warga binaan dan semakin meningkatkan minat membaca serta aktivitas belajar di lingkungan LPP Ambon.
Melalui bantuan tersebut, Lapas Perempuan Ambon berkomitmen untuk terus mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai bagian dari sarana pembinaan. Sinergi dengan Dispusip Maluku diharapkan dapat memperkuat budaya literasi serta memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, memperoleh pengetahuan, dan mengembangkan keterampilan sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat.