Pelantikan Jabatan Nonmanajerial Digelar, Kalapas Perempuan Ambon Tegaskan Komitmen Dukung Kinerja Pemasyarakatan
Ambon – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan enam Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Jabatan Fungsional Nonmanajerial di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku yang berlangsung di Aula Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Kamis (6/8).
Pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, yang secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan enam ASN. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan beserta jajaran di lingkungan Kanwil Ditjenpas Maluku.
Dari enam ASN yang dilantik, salah satunya adalah drg. Cindy Tania yang dilantik sebagai Dokter Gigi Ahli Pertama dan saat ini bertugas Bawah Kendali Operasi (BKO) pada Lapas Perempuan Kelas III Ambon. Pelantikan ini diharapkan semakin memperkuat pelayanan kesehatan bagi warga binaan, khususnya pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Lapas Perempuan Ambon.
Kalapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling, menyampaikan apresiasi atas pelantikan tersebut dan berharap kehadiran tenaga fungsional yang kompeten dapat semakin meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan.
"Kami mengucapkan selamat kepada seluruh ASN yang telah dilantik, khususnya kepada drg. Cindy Tania yang saat ini bertugas BKO di Lapas Perempuan Ambon. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan dedikasi sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi warga binaan serta mendukung terwujudnya pemasyarakatan yang semakin berkualitas," ujar Hesta.
Melalui pelantikan jabatan fungsional nonmanajerial ini, Kanwil Ditjenpas Maluku terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia. Dengan dukungan ASN yang profesional dan kompeten, diharapkan kualitas pelayanan pemasyarakatan, termasuk pelayanan kesehatan di Lapas Perempuan Ambon, semakin optimal dan berorientasi pada pemenuhan hak-hak warga binaan.